Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Pendapat Amien Rais soal Ekonomi Indonesia: Jokowi Belum Dapat Izin Allah

Pojok Nasional . Politikus Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyebut Indonesia kini tengah mengalami situasi penjajahan ekonomi. Kata Amien, hal itu disebabkan beberapa faktor, termasuk kepemilikan sejumlah sektor usaha oleh pihak asing. Namun, Amien Rais mengajak masyarakat untuk tidak melimpahkan kesalahan ini pada pimpinan Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo semata. Dia mengatakan, Jokowi sudah berusaha tapi belum berhasil. "Kita tidak boleh menyalah-nyalahkan Pak Jokowi, beliau sudah berusaha tapi belum berhasil, belum dapat izin Allah, yang kita inginkan sekarang memang kita perlu pergantian kepemimpinan," kata Amien saat menghadiri Peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di Islamic Center, Surabaya, Selasa (20/11). Pernyataan Amien itu terkait dengan sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggapnya membuka keran asing untuk menguasai sejumlah sektor industri di Indonesia. "Saya sudah sampai pada kesimpulan bangsa kita ini sesungguhnya sudah tidak...

Untuk Meningkatkan Ekonomi Pesantren, MUI Dorong Pengusaha dan BUMN

RaykatUtama . Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong kepada para pengusaha swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membantu meningkatkan ekonomi pesantren. Dengan demikian, pesantren diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia atau ekonomi keumatan. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukamanul Hakim mewakili Ketum MUI KH Ma'ruf Amin yang berhalangan hadir dalam acara penandatangan kerjasama antara PT Kimia Farma (Persero) Tbk dengan pimpinan 30 Pondok Pesantren. "Jadi bagaimana sekarang ini para pengusaha atau BUMN ini juga harus mulai membantu program-program peningkatan ekonomi terutama di lingkungan pesantren-pesantren," Dia menjelaskan, Kimia Farma sebagai salah satu BUMN ke depannya akan ikut meningkatkan meningkatkan perekonomian pesantren melalui kerjasama di bidang kesehatan. "Ini adalah penandatangan MoU antara pesantren dan Kimia Farma dalam rangka mend...

Prabowo-Sandi akan Berusaha Untuk Tebus 3 Kegagalan Jokowi di Sektor Ekonomi

RakyatDigital . Pasangan Prabowo-Sandiaga menjanjikan, jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024, akan fokus dalam sektor ekonomi yang dirasa gagal dijaga pemerintahan saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh ekonom senior yang juga Anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo. Menurutnya, ada tiga hal di sektor ekonomi yang sangat buruk kinerjanya di pemerintahan saat ini. "Tim ekonomi Jokowi jelek sekali karena gagal mewujudkan janji-janji Pak Jokowi," kata Dradjad saat berbincang dengan CNBC Indonesia Pertama, adalah pertumbuhan ekonomi yang dipatok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 7% dalam lima tahun kepemimpinan. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional terbukti hanya tumbuh 5% atau jauh dari proyeksi yang dipatok pada awal pemerintahan. Kedua, gagal menjaga stabilitas. Dradjad bilang, kegagalan itu bisa dilihat dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus...

Perang Dagang Antara AS-China Berlanjut, Sedangkan Ekonomi RI Cuma 5% di 2019

ChannelRakyat . Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China akan terus memberikan dampak terhadap perekonomian negara berkembang termasuk Indonesia. Institute for Development of Ecomics and Finanace (INDEF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan berada di level 5% pada 2019. "Proyeksi marko kita, INDEF tahun lalu 2018 pertumbuhan ekonomi kita 5,1% faktanya 5,2% belum tercapai. Kita proyeksikan 5% tahun 2019," kata Direktur Program INDEF Eko Listiyanto di Hotel Bidakara, Dampak yang akan dirasakan negara berkembang berupa penurunan kinerja ekspor seperti bahan baku yang mulai dikurangi oleh China dan AS. Barang yang biasa dikiri China ke AS dan sebaliknya dikurangi karena terkena tarif yang lebih tinggi. Hasilnya, permintaan bahan baku yang dipasok Indonesia pun akan berkurang dan itu akan berdampak pada perekonomian nasional. Eko menjelaskan, angka ramalan pertumbuhan ekonomi di level 5% pun karena ada sedikit potensi yang bisa dimanfaatkan Indonesia dari perang da...